Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

From our Blog

Tampilkan postingan dengan label Cerita Hantu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Hantu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Desember 2016

AKU KIRA KAYU PANJANG, EH TERNYATA?


Ketemu lagi denganku Mawar. Aku mau cerita nih, masih tentang pesantrenku juga. Langsung saja deh. Waktu itu malam kamis jam 1 Wib. Beberapa santri sedang sibuk di dapur, dan mengantri memasak mie untuk makan sahur. Waktu itu aku dapat antrian paling akhir bersama 4 kawanku yang lain. Karena antrian masih panjang, aku dan ke-4 kawanku duduk di halaman belakang di bangku yang panjang dan lebarnya sebesar tempat tidur jumbo yang dibuat agar para santri dapat duduk sambil memotong bahan masakan.

Bangku itu menghadap ke kebun yang dibatasi oleh tembok pembatas setinggi pinggang. Kami duduk ber-5 sambil nderes (menghafal) dan sambil sesekali bercanda dan bercerita. Saat temanku sedang bercerita aku tak terlalu mendengarkan. Karena sedang konsentrasi menghafal. Tapi perhatianku teralihkan saat temanku bercerita, “setan itu namanya valak mba. Rupanya seperti biarawati, mukanya putih seperti di labur. Terus waktu si Lorainenya bilang namamu valak, pangeran siluman ular. Lalu wajah si valaknya itu hancur mba, mulutnya robet”.

Saat aku sedang asyik mendengarkan cerita, terdengar suara dari arah dapur memanggil namaku, karena sudah giliranku untuk memasak. Aku dan temanku umeng (nama samaran) bergegas masuk ke dapur. Karena pintu dapur ada 2, yang 1 di sebelah kiri langsung menghubungkan ke ruang masak, dan yang satu lagi langsung menghubungkan ke dapur dan toilet 4 bilik. Toilet ini atapnya terbuka (bukan gak ada atapnya, tapi atapnya itu cuma setengah menutupi. Agak ke atas, gak rapat kayak atap rumah. Ah sudahlah agak susah digambarkan).

Nah di belakang toilet ini ada kebun bambu yang rimbun, dan 2 pohon kelapa. Dan pintu-pintu toilet ini menghadapnya ke kebun. Nah di sini apesnya. Waktu aku sampai di depan pintu masuk, aku melihat ada sarung terselampir di bilik toilet no 1. Tanda ada santri yang sedang buang hajat. Saat aku akan berjalan belok ke arah kompor yang terletak di sebelah pintu lain yang dimasuki umeng tadi, dari arah samping mataku seperti melihat sesuatu yang panjang di atas, antara toilet dan tembok pembatas.

Tadinya aku kira itu balok kayu, tapi saat aku berbalik menghadap ke arah toilet untuk melihat lebih jelas, *alamak badanku langsung tegang dan kaku. Melihat tangan panjang banget hendak meraih sarung yang terselampir di atas pintu toilet no 1, lalu sarung itu di jatuhkan ke lantai. Jelas banget itu cuma tangan panjang. Gak ada kepala atau bahu yang terlihat terjulur. Kalau itu tangan orang, pasti kepala dan bahunya terlihat, secara jarak toilet dan tembok pembatas kira-kira 1 meter.

Aku diam ditempat gak bisa berkedip, lalu dari arah belakang temanku menepuk bahuku dengan keras sambil bilang “Dor!”. Saking kagetnya aku berteriak lalu pingsan. Saat sadar aku melihat wajah teman yang mengagetkanku tadi dengan mata sembab habis menangis karena khawatir dan merasa bersalah. Lalu aku menceritakan apa yang tadi aku lihat. Lalu kata mba pengurus yang tertua, itu tadi yang di toilet mba mayang (nama samaran) lagi buang hajat besar.

Lalu mba mayang cerita “tadi waktu aku buang hajat aku di ceb*kin tuh sama ‘dia’, cuma seusap sih, tapi aku kaget banget tiba-tiba ada yang ‘nyentuh’. Jadi buru-buru ceb*k pakai air. Pas mau nyiram kloset eh bersih banget kayak gak ada yang buang hajat. Waktu mau ngambil sarung di atas pintu, sarungku gak ada. Langsung saja aku teriak sekencang-kencangnya karena takut banget. Terus mba atun (nama samaran) yang lagi ngangkat jemuran di samping, datang sambil bawa jemuran, aku di kasih sarung bersih karna sarungku ada di lantai sudah kotor”.

Lalu mba mayang menggerutu kesal “jahil banget sih tuh setan! Berani-beraninya dia gituin aku!”. Lalu semua teman-teman yang mendengar langsung ketawa. Semenjak kejadian itu aku gak pernah berani lagi ke toilet sendirian. Harus di antar sama ke 4 temanku. Saling menjaga dan melindungi 1 sama lain. Sudah dulu ya. Kapan-kapan aku sambung lagi. Maaf loh kalau kata-kataku tidak sopan atau kalimatnya jorok dan berantakan. Sampai jumpa. Wassalammualaikum.
Selamat Anda Mendapatkan Kesempatan Menang Di PokerMulia
=+=Bonus Refferal Seumur Hidup =+=
=+= Bonus Rollingan Terbesar=+=

80% Di Jamin Kemenangan Anda Bermain Di PokerMulia.COM
Buruan Daftarkan Dan Mainkan Sekarang Juga !!!

Click Sini Untuk Daftar

KETEMU POCONG DUA KALI

Malam itu aku *ngapel ke rumah pacar aku, dan aku berangkat dari rumah mengendarai sepeda motor, jarak tempuh dari rumah aku ke rumah pacarku lumayan jauh, bisa menghabiskan waktu sekitar 20 menitan dan aku harus melewati perkebunan kelapa sawit yang sepi dan gelap.

Singkat cerita aku sampailah di rumah pacar, dan aku ngobrol panjang lebar tentang hubungan kami, tentang masa depan dan tentang keluarga, gak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 lebih, dan aku pamit pulang pada pacar aku dan pada kedua orang tuanya (maklum calon mantu yang baik jadi harus sopan).

Dan aku pun pulang (di sinilah awal mula kesialannya), aku pun menempuh jalan yang aku tempuh tadi saat pergi, awalnya biasa saja tapi ketika memasuki perkebunan kelapa sawit. Aku merasakan perasaan yang gak enak, tapi aku positif thinking saja, dan terus menjalankan sepeda motorku. Tiba-tiba dari kejauhan aku melihat ada putih-putih di pinggir jalan, semakin motor aku mendekatinya semakin jelas kalau itu putih-putih ternyata pocong lagi loncat-loncat ke arah berlawanan denganku.

Aku pun gemetaran saking takutnya dan langsung tancap gas, sepanjang perjalanan pulang aku merasa gak tenang dan takut. Begitu sampai rumah aku langsung tidur, keluargaku pun heran melihat tingkahku yang gak seperti biasa, ibuku datang menghampiri dan bertanya.

Ibu : ada apa rul? gak seperti biasanya?
Aku : gak ada apa-apa bu.
Ibu : gak ada apa-apa kok langsung tidur, biasanya juga nonton dulu, jangan-jangan kamu lagi ada masalah ya?
aku : cuma gak enak badan saja bu.
ibu : ya sudah tidur saja, jangan lupa berdoa.

(Aku sengaja gak cerita ke ibu yang ku alami tadi). Aku gak bisa tidur karena teringat kejadian itu. Sampai jam 1 malam aku tetap gak bisa tidur, dan aku pun beranjak untuk buang air kecil. Karena kamar mandi kami terpisah dari rumah dan cukup jauh, jadi aku memilih buang air kecil di depan rumah (efek masih ketakutan juga). Sedikit penjelasan, di depan rumahku itu ada pohon pisang, jadi saat aku sedang buang air kecil entah kenapa tiba-tiba aku kayak dipaksa untuk ngelihat itu pohon pisang.

Dan sontak saja badanku langsung gemetaran dan kaku, karena di pohon pisang itu aku ngelihat pocong sedang merhatikan aku dengan mukanya yang hitam kayak gosong gitu, aku pengen teriak tapi gak bisa, dengan susah payah dan sekuat tenaga aku tertatih-tatih melangkah ke arah pintu. Masih dengan kaki gemetaran aku kunci pintu. Pintunya juga ikut bergoyang karena pengaruh kaki yang gemetar.

Dan aku menuju tempat tidur abangku untuk membangunkannya, saat abangku bangun dan kami ngintip dari ventilasi jendela ternyata itu pocong sudah gak ada. Sampai pagi aku gak bisa tidur karena kepikiran kejadian-kejadian itu, kok bisa dalam satu malam aku ngelihat pocong dua kali, atau jangan-jangan itu masih pocong yang sama dan ngikuti aku sampai rumah, Wasallam.
Selamat Anda Mendapatkan Kesempatan Menang Di PokerMulia
=+=Bonus Refferal Seumur Hidup =+=
=+= Bonus Rollingan Terbesar=+=

80% Di Jamin Kemenangan Anda Bermain Di PokerMulia.COM
Buruan Daftarkan Dan Mainkan Sekarang Juga !!!

Click Sini Untuk Daftar

BANGKU KOSONG DI SEKOLAH


Saya mempunyai 2 teman yaitu serly dan via, kami duduk di bangku kelas 6, pada awal tahun kelas kami kedatangan murid baru. Setelah dia memperkenalkan diri, rupanya dia adalah lusi, dia di suruh duduk di bangku pojok belakang dan dia mendengar pembicaraan kami.

Aku: serly, via tau gak? Bangku yang di dudukki anak baru itu adalah kursi yang pernah di dudukki seorang siswa yang matinya sangat tragis dan tidak tau apa penyebabnya, guru-guru pun menjulukinya bangku kosong.
Serly dan via: iya benar itu adalah bangku kosong.

*Ting, ting, ting, suara bel istirahat berbunyi. Aku dan kedua temanku pergi ke kantin, anak baru itu hanya diam dengan tatapan kosong. Kami tidak menghiraukannya, kami langsung pergi ke kantin. dan tidak lama kemudian terdengar *Ting, ting, ting, bel masuk berbunyi. Anak itu tiba-tiba kesurupan, dia memberontak dan menceritakan semuanya dengan bantuan hantu itu.

Keesokan harinya lusi datang lebih awal, tiba-tiba lusi seperti dipegang oleh hantu itu. Mendadak setelah itu lusi merasa penderitaan hantu tersebut dan dia menangis-nangis, lalu tidak lama terlihat lusi terjatuh dan pingsan. Saat dia bangun, dia sudah di kerumuni siswa dan siswi, dia terkejut. Lalu dia cerita ketika dalam keadaan pingsan dia menemukan sesosok mayat di sumur, belakang sekolah.

Dan setelah itu tak ada lagi gangguan ketika sesosok mayat di temukan di dalam sumur belakang sekolah. Akhirnya kasus ini pun terpecahkan, rupanya hantu tersebut ingin di kuburkan secara layak, dan “dia” mati setelah di perk*sa oleh sahabatnya sendiri. Dan sekarang, bangku kosong itu kini sudah di pindahkan ke gudang sekolah.


Selamat Anda Mendapatkan Kesempatan Menang Di PokerMulia
=+=Bonus Refferal Seumur Hidup =+=
=+= Bonus Rollingan Terbesar=+=

80% Di Jamin Kemenangan Anda Bermain Di PokerMulia.COM
Buruan Daftarkan Dan Mainkan Sekarang Juga !!!

Click Sini Untuk Daftar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Small Soldering Ironz – Dunia Solder Kecil, Ide Besar!, powered by Blogger.
//add jQuery library